Jangkrik
dan Uang
Seorang
Seniman tua bertemu dengan sahabat karibnya yang kini menjadi konglomerat
kaya. Sudah sekian puluh tahun mereka tidak saling berjumpa. Kini
mereka memutuskan untuk menghabiskan hari itu dengan berjalan kaki
mengelilingi kota sambil mengenang persabahatan mereka di masa kanak-kanak
dulu.
Tanpa
kenal lelah mereka berjalan, bertukar pengalaman dan bersenda gurau.
Hari pun beranjak petang. Mereka tiba di sebuah pasar malam yang
ramai penuh dengan lalu lalang pengunjung. Tiba-tiba si Seniman
tua ini berhenti, terdiam terpaku. Bibirnya tersenyum. Matanya terpejam,
seakan menikmati sesuatu. Rekannya, si Konglomerat itu, terheran-heran
melihat kelakuan si seniman. "Ada apa?" tanyanya.
"Sst, tidakkah kau mendengar suara yang indah ini?" jawab
si Seniman.
"Aku hanya mendengar suara riuh rendah kerumunan orang-orang
di pasar malam ini. Suara apa yang kau dengar?" tanya si Konglomerat.
"Nyanyian
merdu seekor jangkrik." jawab si Seniman. Si Konglomerat itu
semakin keheranan. Ia sama sekali tak mendengar suara jangkrik,
apalagi di tempat yang ramai seperti itu. Kemudian, si Seniman berjongkok
ke arah selokan. Perlahan tangannya mengais sebuah lubang yang agak
tersembunyi. Dan, hup, dari lubang itu meloncatlah seekor jangkrik
jantan hitam legam gagah dengan garis kuning cantik di lehernya..
Si Konglomerat membelalakkan matanya penuh takjub. "Kau benar-benar
seorang seniman sejati yang mampu mendengarkan suara alam meski
sangat lirih. Indera pendengaranmu sangat tajam dan luar biasa."
puji si Konglomerat terkagum-kagum.
Si Seniman itu tersenyum. "Ah, sebenarnya pendengaranku ini
tidak seberapa dibanding dengan pendengaran dan penglihatan orang-orang
kebanyakan." Lantas, seniman itu merogoh saku celananya, mengambil
segenggam uang logam dan melemparkannya ke trotoar. Suara uang logam
itu bergemerincing. Segera saja semua orang di sekitar mereka berhenti
dan terdiam. Mata-mata mereka mengamati kemana uang-uang logam itu
menggelinding. Bahkan, ada beberapa orang yang mencoba memungutnya.
Kata
si seniman tua, "Benar khan? Mereka mungkin tidak bisa mendengar
nyanyian jangkrik tadi, tetapi mereka takkan menyia-nyiakan suara
uang!"
***
Jangan
sampai kesibukan anda mengusahakan kekayaan, membuat anda kehilangan
keakraban anda dengan alam.
|